Laman

Awalan

Salam Logistik,

Rekan-rekan praktisi/konsultan/akademisi di bidang logistik dan supply chain di Indonesia, blog ini saya buat dilandaskan oleh rasa keingintahuan tentang penerapan ilmu-ilmu logistik saat ini dan masa mendatang. Saya mengalami kesulitan mencari refrensi-refrensi buku/paper/studi kasus tentang logistik berbahasa Indonesia yang dapat dijadikan konsep landasan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pekerja di bidang logistik dan supply chain.

Berdasarkan alasan tersebut saya ingin belajar, menerapkan dan membagi pengetahuan tentang logistik dan supply chain melalui blog. Besar harapan saya, rekan-rekan pengunjung blog ini dapat memberikan saran-masukan-kritik yang membuat kita bersama-sama memberikan sumbangan pikiran dan tenaga untuk kemajuan Dunia LOGISTIK INDONESIA.

Coretan

21 November 2011

Tipe-tipe Operasional Gudang

Berikut beberapa tipe operasional gudang yang lazim diterapkan di Indonesia, yang saya kutip dari berbagai sumber dan menurut pengalaman selama menjalankan profesi sebagai pekerja di bidang logistik.

Gudang Konsolidasi; penerimaan produk atau material dari beberapa supplier, yang kemudian dalam proses pengiriman akan dikonsolidasikan atau dikombinasikan menjadi satu kendaraan angkut, guna mendapatkan kapasitas muat yang maksimal. Konsep gudang konsolidasi diterapkan untuk menghemat biaya transportasi dalam melakukan pengiriman berbagai varian produk atau material ke konsumen yang berada pada satu wilayah atau geografis yang sama. Gudang Konsolidasi dibangun pada lokasi yang strategis antara produsen dan konsumen. Third-Party Logistics providers (3PLs) akan melakukan pengaturan gudang konsolidasi dengan dukungan teknologi informasi dalam mengoperasikannya, guna mendapatkan utilisasi transport yang maksimum dengan biaya yang rendah. Aplikasi operasional gudang konsolidasi sangat sesuai untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang retail atau perusahaan yang memiliki pabrik-pabrik di berbagai lokasi.


Gudang Break-bulk; operasional gudang break-bulk diaplikasikan untuk penerimaan barang pada akhir rute transportasi, barang-barang dalam kapasitas besar akan dipisah-pisahkan, mengkonsolidasikan menjadi kapasitas muat yang lebih kecil disesuaikan dengan tujuan dan konsumen yang dituju. Umumnya dioperasikan untuk jenis-jenis barang yang mempunyai kapasitas besar seperti, semen, pulp (bahan dasar kertas) dan sebagainya.
 


Gudang Cross - Dock; penjelasan gampangnya, operasional gudang cross docking dapat dikatakan sebagai gudang transit, karena setiap barang hanya 'numpang lewat'. Gambaran operasional, kurang lebih demikian; barang-barang yang diterima melalui pintu penerimaan akan langsung ditransfer ke pintu pengeluaran untuk didistribusikan langsung ke konsumen. Atau barang-barang tidak disimpan dalam jangka waktu lama, yakni kurang dari 24 jam. Tipe operasional gudang cross dock sangat baik untuk barang-barang yang memiliki self life pendek atau fresh product.
Sistem Hub and Spoke; merupakan kombinasi keunggulan sistem operasional gudang konsolidasi, cross docking dan break-bulk. Mirip dengan fasilitas gudang cross dock, sistem hub and spoke tidak menyimpan barang, fungsinya lebih condong sebagai tempat transit untuk dilakukan proses pemilah-milahan barang. Umumnya lokasi dari gudang dengan operasional hub and spoke berada di pelabuhan udara, laut ataupun terminal-terminal pengumpulan barang.

Demikian gambaran singkat tentang tipe-tipe operasional gudang. Untuk mendukung penjelasan diatas, saya akan menyampaikan beberapa contoh perusahaan yang menerapkannya melalui postingan terpisah.

Semoga bermanfaat dan menambah wawasan.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

perlu memeriksa:)

I N Purnaya mengatakan...

:D terimakasi telah berkunjung. Maaf tulisan belum selesai, catatan di kepala tiba-tiba lenyap>>>segera dilengkapi.

I N Purnaya mengatakan...

Akhirnya, lengkap sudah postingan ini. Ada yang ingin menambahkan? monggo...